Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Sunday, 16 July 2017

Rasakan

Rasakan



Karya: Ken Niyu

Menginjakan kaki di daratan
selangkah saja ada halangan
teriakan bisikan takan terhindarkan
merasakan sumpeknya pemikiran

Lihat langit angkasa
melirik biru putih di sana
memanjakan mata iri rasanya
menyejukan jiwa nan hampa

Menikmati udara tanpa hambatan
terkadang terhempas oleh awan
bertemu burung bersiul memandang
mengibarkan bendera kebebasan
Read More

Jauhnya Cahyamu


Jauhnya Cahyamu


Karya: Ken Niyu

Matahari jiwaku
sumber kehidupanku
diriku ingin bertemu
menginginkan hangatnya sinarmu

Saat ini kau jauh dariku
seakan tak bisa memilikimu
terngiang mustahil untuk ku
mendekat dan memelukmu
Read More

Terbitnya Dirimu di Anganku


Terbitnya Dirimu di Anganku


Karya: Alfian Rohmadi

Di saat ku membuka mata dan melihat dunia
hanya satu tujuanku
menemukan kekasih hati
munculah engkau untuk ku

Matamu indah layaknya pelangi
rupa wajahmu menandai hatimumu
aura kecantikanmu menembus dinding hatiku
terbayang positif di benak ku

Andaikan engkau memiliki sepasang sayap
pasti akan ku patahkan kedua sayap mu
karena..... aku tak ingin kau terbang tinggalkan ku
namun kenyataan tak seindah dari yang ku bayangkan

Walau ku tak tahu kau milik siapa.....
sekarang aku hanya bisa melihatmu dari jauh
karena.......mencintaimu........
adalah.......anugerah........bagiku.
Read More

Lukisan Sang Surya

Lukisan Sang surya

Karya: Ken Niyu

Sang surya terbit menyapa bumi
Menatap indah warna warni
Seketika matahari melukis
Sambil meringis bercampur dramatis

Awal lukisan tergambar halus
Tengah lukisan tergambar buram
Akhir lukisan tergambar kasar
Dengan kanfas kuat dan cat hebat

Tersimpanlah lukisan dalam baja
Sang surya pun terbenam dangan indahnya
Hingga penjaga malam pun tiba

Sang surya bangun, dengan wajah sumringah ingin melihat lukisan
Namun, hanya tampak abu kering berhamburan
Sang surya tertegum
Alam datang dan memasang wajah tersenyum

Read More

Saturday, 15 July 2017

Senyum Impian

Senyum Impian

Karya: Ken Niyu

Bunga engkaulah senyumku

Bahagia dan rindu
Membuka gerbang kegembiraan
Menjauhkan kegelisahan

Putih hati
Bening jiwa
Sederhana
Sempurna
Itulah engkau bidadari mimpiku

Ingin ku satukan sepasang hati
Menjadikan ku kesatria bersahaja
Menatap hari esok
Membangun bahtera surga
Read More

Terbitnya Dirimu di Anganku

Terbitnya Dirimu di Anganku

Karya: Ken Niyu

Di saat ku membuka mata dan melihat dunia
hanya satu tujuanku
menemukan kekasih hati
munculah engkau untuk ku

Matamu indah layaknya pelangi
rupa wajahmu menandai hatimumu
aura kecantikanmu menembus dinding hatiku
terbayang positif di benak ku

Andaikan engkau memiliki sepasang sayap
pasti akan ku patahkan kedua sayap mu
karena..... aku tak ingin kau terbang tinggalkan ku
namun kenyataan tak seindah dari yang ku bayangkan

Walau ku tak tahu kau milik siapa.....
sekarang aku hanya bisa melihatmu dari jauh
karena.......mencintaimu........
adalah.......anugerah........bagiku.
Read More

Tanah Air Tercinta

Tanah Air Tercinta

Karya: Ken Niyu

Negeriku tercinta
tempat lahirnya anak bangsa
mempersatukan jiwa dan raga
bersama memeluk dunia

Merah putih terus berkibar
bangkit dari keterpurukan
menabung kejayaan dan
meninggikan sang garuda

Semangat jiwa nan membara
kobaran api tak henti menyala
takan redup walau badai menerpa
inilah kami indonesia
Read More

Sajak Tembok Cina

sajak tembok cina

Karya: Ken Niyu

Terlihat sepercik bunga
bunga itu nampak biasa
sobatku berkata......
ambil bunga itu agar kau bisa membelainya
lihat !!!
bunga itu menatap dengan genitnya
mengayunkan kelopaknya seakan memanggil

Tak munafik bunga itu memang cantik
ingin sekali memetik dan mencumbunya dengan mesra

Kaki mulai tak ragu menembus nafsu
perlahan waktu pun menghilang
zaman kebodohan kembali datang
ketika semua lampu hampir padam
cahaya terang datang
datang niscaya kilat
mata mulai terbuka
kulihat tembok cina
yang tak mungkin ku bisa memanjatnya
Read More

GILA

puisi gila

Karya: Ken Niyu

Di balik binder
ekspresi gila membuat tertawa
Heran dan tertegum ku melihatnya
Kaum hawa logikanya sirna

Elektronika menggerus hati yang hampa
Melihat orang gila, tertawa pun tak tega

Mawar di kelas kini mulai layu
Harum semerbabnya tak lagi terasa
Dan jatuhlah kelopaknya
karna kau elektronika
Read More

Puisi Mini

puisi mini
Read More